Archive for software

Pemananfaatan TI untuk Pilkada yang Lebih Baik (Untuk Mengenang Masa Lalu)

“Untuk Mengenang Masa Lalu”

Mungkin Kita masih ingat kejadian pemilu presiden pada tahun 2004 dimana ada seseorang yang dengan sengaja masuk kedalam data base KPU Indonesia dan merubah hasil pemilihan sementara , dan masih segar di ingatan kita pada pemilihan presiden tahun 2002 di Amerika dimana mereka mengunakan teknologi “one man one vote” dengan keamanan jari sidik dimana seseorang hanya bisa memilih satu kali dan hasil pilihan akan disimpan dalam sebuah memori card yang telah di enskrip dengan algoritma DEMONS salut dan bangga kepada Einstain-Einstain muda , tapi masih ada juga celah seseorang untuk merubah nya dimana pada saat seseorang memilih, suara nya akan di pindahkan ke lawan nya dan membuat pemegang suara yang benar akan menjadi minus.

Banyak metode untuk mengamankan sebuah data,dan banyak algoritma yang dapat kita gunakan untuk mengenkrip data,seperti hal nya algoritma RC4 yang di implementasikan di teknologi wireless,dimana IV akan membuat chipertext dengan angka unik sampai tujuh belas juta bentuk itu merupakan angka yang banyak kalau di lihat secara sepintas tapi angka sebanyak itu akan di pecahkan dalam waktu kurang dari sepuluh menit jika jaringan yang kita gunakan padat trafik.Kalau membahas cryptograp (tapi saya tidak membahas lebih jauh karena terbatasan ilmu dan waktu saya)  saya teringat saat saya duduk di bangku SMP dimana kawan-kawan saya berbicara dengan bahasa planet yang aneh dan membingungkan kalau tidak salah mereka menyebut nya dengan bahasa gaul (ember) tapi pelan-pelan saya mulai mengerti apa yang mereka bicarakan (seru juga),dan tidak lupa pada Julius caesar sebagai pencetus cryptograp dimana beliau mengunakan algoritma geser satu, sebagai contoh untuk menuliskan kata TAHAN SERANGAN akan berubah menjadi UBIBO TFSBOHBO,kata yang telah diacak disebut dengan chipertext (kata sampah)  dan jika saja kurir pembawa pesan ini akan membelot atau tertangkap lawan maka informasi tetap aman karena lawan tidak akan mengerti apa tujuan informasi tersebut,serta kita bisa membuat algoritma-algoritma sederhana yang lain seperti geser 2,geser 3 dan lainnya

Tahun 2008 Sumatera Utara akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Gubernur), bagaimana kesiapan KPU untuk mengamankan data hasil pilkada tersebut.Bukan sebuah mitos lagi kalau Sumatera utara merupakan daerah yang subur dengan orang-orang yang iseng, konsisten, keratif, dan kurang kerjaan dimana satu waktu mereka bisa saja merubah yang fakta menjadi fiktif serta kebalikan nya fiktif menjadi fakta (maaf kepada kawan-kawan jika ada yang tersingung)  kalau ini terjadi, sudah pasti banyak pihak yang dirugikan.Kadang kala cara yang konvesional seperti surat suara yang di hitung secara fisik oleh TPS disimpan dalam kotak suara dan di hitung kembali di KPU daerah ini cukup mujarab untuk menangkal orang-orang yang iseng walaupun masih ada celah untuk orang lain untuk berbuat curang tapi apakah kita masih berada di zaman purba untuk berkomunikasi dan mengetahui hasil pemilihan harus menunggu satu atau dua bulan.

Dalam hal mengamankan data hasil pemilihan di perlukan beberapa trik yang sederhana  yaitu dengan memisahkan server data dengan server autentifikasi user, dengan di pisahkan nya server tersebut akan menyulitkan user-user yang bukan hak nya untuk mengakses server data walaupun ini tidak menjamin seratus persen berhasil, dan untuk menunjang kerahasiaan nya jaringan yang di bangun harus lah jaringan yang berdiri sendiri atau private line network (lised line) dimana jaringan ini tidak berhubungan dengan jaringan internet atau yang di kenal dengan WAN (Wade Area Network) sehinga akan mempersulit seseorang masuk kejaringan KPU secara remote (jarak jauh) dan dengan metode ini seluruh aktifitas jaringan akan mudah di pantau serta jumlah client (komputer user) dapat di tentukan, sebagai contoh kasus nya adalah jika setiap TPS diberikan satu komputer yang terhubung dengan jaringan private KPU maka sebagai autentifikasi pertama adalah alamat ip nya, jika ip yang terhubung tidak terdaftar maka tidak akan di berikan kuasa untuk mengakses ke server data KPU dalam hal ini tidak boleh ada ip yang sama di berikan pada komputer-komputer TPS jika ada maka komputer tersebut tidak akan berfungsi di jaringan KPU, dan trik yang kedua adalah dengan membuat server bayangan atau Honey Pot sehinga orang yang bisa masuk kedalam jaringan KPU tidak semena-mena mendapatkan server yang asli mereka akan berkutat dalam server bayangan sampai mereka bisa di trace keberadaan nya di daerah mana mereka melakukan penyerangan dan hal ini akan mempermudah pihak berwajib untuk melaksanakan tugas nya sebelum terjadi kekacawuan data hasil pemilihan, serta trik berikut nya adalah enkrip data seperti hal nya yang telah saya tuliskan di atas di perlukan nya sebuah algoritma pengenskripan data sehingga tidak mudah diketahui ataupun diubah oleh orang lain.Memang cara ini sangat sederhana dan minimalis tapi dari semua itu diperlukan nya kerja keras para praktisi IT sumatera utara untuk menciptakan dan mengamankan data hasil pemilihan kepala daerah nanti nya.

Trik dan cara pengamanan hasil pemilihan tersebut semua tak akan berhasil jika masih ada manusia yang berniat untuk curang ataupun berniat untuk menang dalam pemilihan tanpa memenangkan hati rakyat Sumatera utara, seorang pemimpin yang menang karena berhasil menaklukan hati rakyat tak akan pernah melukai hati rakyat pemilih nya,  akhir kata tak ada gading yang tak retak, tak ada tuyul yang tak botak, dan tak ada program yang tak bisa di crack karena kesempurnan hanya milik sang pencipta manusia.

Iklan

Soal Final Bahasa Pemrograman C++

1.
Buat sebuah program yang akan menghitung penjumlahan dari sebuah deret bilangan.
Proses penginputan akan berhenti saat user menginputkan angka 0. (poin = 20)
Contoh :
INPUT :
1
4
5
6
2
0

OUTPUT :
18

2.
Buat sebuah program yang akan mengecek sebuah kata, apakah kata tersebut palindrome atau tidak.
Yang dimaksud dengan kata yang palindrome adalah suatu kata yang apabila dibalik akan membentuk dia sendiri.
(menggunakan fungsi, poin = 35)
Contoh :
INPUT :
ABCD

OUTPUT :
TIDAK PALINDROME

INPUT :
LONGNOL

OUTPUT :
PALINDROME

3.
Buat sebuah program yang menghasilkan deret bilangan fibonacci dan outputkan 50 deret pertama. Deret tersebut terlebih dahulu ditampung kedalam
array. Tidak ada input dalam program ini, hanya output saja.
(poin = 45)
Contoh :
OUTPUT :
1
1
2
3
5
8
13
21
34
55
89
.
.
.
2971215073
4807526976
7778742049
12586269025

Operator Pointer dan Array

POINTER

pointer adalah built-in type di C dan C++, dimana C++ mengambil konsep pointer dari C. Pointer sebenarnya sangat terkait dengan “Abstract C Machine”, yaitu model mesin abstrak dimana program C bekerja. Abstract C Machine adalah mesin abstrak dimana mesin tersebut memiliki prosesor untuk menginterpretasikan stream of instruction, dan addressable memory yang terbagi kedalam 3 bagian : automatic memory, static memory dan free memory. Addressable memory adalah memory yang konten-nya dapat diambil jika diketahui alamatnya. Lebih jauh lagi, terdapat asumsi bahwa konten memori dapat di ambil dengan waktu konstan, tidak peduli berapa nilai alamat.Hal ini disebut dengan Random Access Memory.

Penggunaan Awal Pointer

Jika variabel merupakan isi memori, dan untuk mengakses isi memori tersebut diperlukan address, lalu bagaimana cara kita mengetahui alamat dari suatu variabel ? Jawabannya adalah : untuk kebanyakan kasus kita sama sekali tidak perlu tahu alamat dari sebuah variabel. Untuk mengakses sebuah variabel kita hanya perlu nama dari variabel tersebut. Tugas kompiler lah yang mentranslasikan nama ke alamat mesin yang diperlukan oleh komputer.

Akan tetapi terdapat beberapa kasus dimana kita tidak mungkin memberi nama pada sebuah entitas di program kita. Hal ini terjadi terutama saat kita menggunakan data struktur dinamis seperti linked list, resizeable array, tree dan lain sebagainya. Hal ini karena kita tidak mungkin memberi nama terhadap entitas yang mungkin ada atau tidak ada. Struktur seperti linked list hampir mustahil dibuat tanpa pointer tanpa harus mendefinisikan LISP-like list.

Inilah awal mula penggunaan pointer sebagai moniker. Istilah moniker di sini berarti sesuatu yang menunjuk atau mengacu kepada entitas lain. Istilah moniker ini bukanlah istilah standard dan lazim , tetapi sesuatu yang saya pilih impromptu untuk membedakan dengan pointer atau reference yang sudah memiliki arti tersendiri.

Penggunaan lain pointer sebagai moniker adalah untuk mengatasi kelemahan bahasa C awal : Dahulu fungsi – fungsi di C hanya mengerti pass by value. Pointer digunakan untuk mengemulasi pass by reference karena pointer berisi alamat ke objek lain, sehingga fungsi tersebut dapat mengubah objek tersebut dengan memanipulasi pointer.

Pertanyaanya : siapa yang bertugas menentukan alamat objek yang di tunjuk oleh pointer dalam kasus ini ? jelas bukan kompiler karena objek tersebut tidak bernama. Apakah kita sebagai programmer menentukannya sendiri ? ternyata tidak. Hal tersebut ditentukan oleh fungsi malloc dan sejenisnya (dan juga new di C++), atau untuk kasus passing pointer ke dalam fungsi, operator &. Jadi dalam hal ini kita tidak juga menentukan alamat sebuah objek.

Array di C dan C++

Sebelum membahas array di C dan di C++, ada baiknya kita membahas tentang array. Array adalah asosiasi antara sebuah index dengan nilai. Jika diketahui sebuah index, kita akan mengetahui nilainya. Dari definisi ini :
1. Tidak disebutkan bahwa index harus integer, atau tipe tertentu.
2. Tidak disebutkan range dari indexnya dimulai dari nilai tertentu, Bahkan tidak disebutkan bahwa indeks nya memiliki batas bawah maupun batas atas.
3. Tidak disebutkan bahwa nilai harus disimpan secara contigous, bahkan tidak disebutkan bahwa nilainya harus di simpan sama sekali.

akan tetapi :
1. Banyak bahasa pemrograman yang di desain tahun 60-an hingga tahun 70-an menentukan bahwa index array adalah integer atau sesuatu yang bisa dikonversi menjadi integer atau sesuatu yang memiliki nilai berurutan seperti integer.

2. Beberapa bahasa menentukan bahwa array dimulai dengan nilai tertentu. contohnya di C, array dimulai dari 0 sementara di Pascal Array dimulai dari 1. Dalam Algo-68 programmer dapat menentukan sendiri batas- batas array. Akan tetapi dalam semua bahasa pemrograman mengakses nilai dengan indeks yang di luar batas dianggap sebagai programming error.

3. Semua bahasa pemrogramman yang saya tahu menyimpan elemen – elemen array di memory. beberapa bahasa, misalnya C, menjamin bahwa elemen – elemen tersebut disimpan dalam memory yang contigous.

Sekarang tipe yang lebih mendekati definisi awal array tersedia dengan nama associative array. Tipe ini didukung oleh beberapa bahasa seperti PHP dan JavaScript, dan juga tersedia dalam beberapa bahasa lain sebagai library ( seperti std::map di C++).

Kembali ke C dan C++ array, kita dapat tentukan beberapa property array : zero based, contigous dan convertible to pointer. Banyak alasan dengan dipilihnya property seperti ini, tapi yang paling penting adalah efisiensi, yang akan kita bicarakan sebentar lagi. setiap array dapat dikonversi menjadi pointer yang menunjuk ke elemen pertama. Hal ini sangat konvenien mengingat dynamic array diciptakan dengan alokasi memori dari free memory (dengan fungsi calloc, yang berarti contigous alloc. yang aneh adalah fungsi ini berperilaku mirip dengan malloc kecuali dia menginisialisasi memori dengan nol. ). Kemudian kita tahu bahwa elemen dalam array di simpan secara berurutan, dengan demikian alamat semua elemen array adalah ptr + n * sizeof(elemen). Dengan mendefinisikan pointer arithmatic, didapat kesamaan ar[idx] == *(ar + idx). hal ini menimbulkan sesuatu yang menarik , ar[idx] == *(ar + idx) == *(idx + ar) == idx[ar] (yes, it is valid C !!).

Operasi pointer arithmatic lain juga didefinisikan untuk pointer. yang menarik adalah increment dan decrement. programmer dapat memeriksa semua elemen dalam array dengan cara menginkremen pointer dari pointer penunjuk elemen pertama. Tentu saja hal yang sama dapat dilakukan dengan indexing biasa, ar[idx], akan tetapi dengan operasi pointer bisa lebih efisien. Alasannya terletak pada bagaimana cara komputer membaca data di ar[idx]. Untuk mesin yang memiliki indexed addressing hal ini cukup sederhana dan efisien (ar jadi base, idx jadi index, fetching cukup 1 instruksi mov). Tetapi untuk mesin yang tidak memiliki indexed addressing, akan ada operasi ADD antara ar dan idx, lalu simpan hasilnya ke suatu tempat (register), lalu baru mov. Kadang – kadang register tersebut digunakan untuk operasi ADD sehingga terdapat beberapa mov untuk menyimpan state. Akan tetapi jika menggunakan pointer arithmatic, cukup meng-increase nilai yang sudah ada di register, lalu mov. Tentu saja instruksi di dalam loop juga mempengaruhi efisiensi ini, tetapi untuk mesin yang mendukung operasi increment langsung, iterasi lewat pointer biasanya lebih efisien.

Ini adalah penggunaan pointer sebagai iterator. Nama iterator diambil dari STL, dan iterator di STL adalah abstraksi dari pointer. Yang menakjubkan adalah konsep iterator, yang digeneralisasi dari pointer, adalah konsep yang cukup powerful untuk merepresentasikan semua algoritma yang bekerja untuk linear container ( linear container adalah semua container yang memiliki iterator yang menunjuk pada elemen pertama, memiliki iterator yang menunjuk pada elemen one-past-end, dan semua elemen dapat dicapai dengan melakukan operasi incremen dari iterator penunjuk elemen pertama sebanyak yang diperlukan. Contoh linear container adalah array, vector, linked – list, dan deque. contoh yang bukan linear container adalah graph dan forest.).

Fixed memory Location

Dalam pemrograman, kita dihadapkan pada beberapa situasi seperti :
– setelah startup, prosesor 80386 akan memulai eksekusi pada alamat ( … lupa).
– Interrupt vector beberapa prosesor ditaruh pada alamat yang ditentukan oleh pembuat prosesor tersebut.
– Video Memory di DOS dimulai pada alamat (… lupa hehehehe).

Situasi – situasi tersebut hanya mungkin terjadi jika kita memrogram “close to metal” e.g membuat operating system, atau kita memrogram dalam OS yang super primitif seperti DOS. Dalam kasus – kasus ini kita memerlukan pointer dengan alamat di set ke nilai tertentu. Ini adalah penggunaan pointer sebagai abstraksi alamat di hardware. Penggunaan ini adalah penggunaan pointer paling jarang.

So, What’s a big deal about it ?

Ketiga fungsi pointer di atas memerlukan operasi yang berbeda- beda. Contohnya jika pointer berfungsi sebagai moniker, operasi yang sangat diperlukan adalah fungsi malloc, calloc, free, new, delete, operator ->, operator * dan operator &. sebagai moniker pointer tidak memerlukan konvertability ke integer dan operasi pointer arihmatic (walaupun ada trik mengakses field struct dari pointer dengan meng-cast pointer to struct menjadi char*, tambahkan offsetnya, lalu baca dengan operator * dan di cast ke tipe field tersebut. trik ini sangat berbahaya dan sebaiknya tidak dipakai ).
Jika pointer berfungsi sebagai iterator, operasi pointer arithmatic adalah esensial. Tetapi operasi new dan delete sama sekali tidak di perlukan (kecuali untuk array of pointer). bottom line is: you do not do memory management via iterator.
Sifat konvertibilitas antara integer dan pointer hanya diperlukan jika pointer tersebut dipakai sebagai abstraksi fixed address. Dua fungsi lain tidak memerlukan sifat ini.

Pointer in OOP

C++ mendukung OOP, akan tetapi pada saat yang sama juga kompatibel dengan C. Hal ini menimbulkan masalah. Akan tetapi sebelum melihat apa masalahnya, ada baiknya kita bahas sedikit tentang Polymorphism.

Polymorphism adalah jawaban untuk pertanyaan: bagaimana cara menulis fungsi atau prosedur yang tidak dibatasi oleh tipe. contohnya adalah fungsi average, fungsi ini menjumlahkan sejumlah elemen dan membaginya dengan banyaknya elemen. hal ini benar untuk banyak tipe termasuk integer, koordinat kartesian, bilangan kompleks, kuartenion, matrix ,dsb walau aturan penjumlahan tipe – tipe tersebut berbeda. Untuk bahasa yang tidak mendukung polymorphism, anda harus menulis fungsi seperti averageInt, averageMatrix, averageComplex, etc.

Dari sifatnya, polymorphism terbagi dua: ad-hoc polymorphism dimana polymorphism hanya bekerja pada tipe yang sudah ada. contoh mekanisme ad-hoc polymorphism adalah function dan operator overloading. Sedangkan true polymorphism atau parametric polymorphism dapat digunakan bahkan untuk tipe yang belum dispesifikasi. Perbedaan lainnya adalah untuk ad-hoc polymorphism biasanya anda harus menulis fungsi untuk semua tipe yang berpartisipasi dalam mekanisme polymorphism, sperti menulis average untuk integer, lalu untuk quartenion, lalu satu lagi untuk complex, dll. Sedangkan untuk parametric polymorphism anda hanya perlu menulis satu fungsi.

Dari binding-time nya, polymorphism dapat dibagi 2: static dan dynamic polymorphism. Static polymorphism menentukan fungsi mana yang akan di panggil (atau mungkin di generate ) pada saat kompilasi. Sedangkan dynamic polymorphism menentukan fungsi yang di panggil pada saat run-time. contoh static polymorphism adalah template, sedangkan contoh dynamic polymorphism adalah virtual function.

static polymorphism dapat dibagi menjadi predicative atau impredicative, tetapi hal ini tidak ada hubungannya dengan diskusi kita.(jadi jangan khawatir hehehehehe)

Untuk dynamic polymorphism, dapat dibagi lagi berdasarkan berapa banyak parameter yang berpengaruh dari penentuan fungsi. Jika hanya parameter pertama yang berpengaruh, hal ini disebut dengan single dispatch. Jika lebih dari satu, hal ini disebut dengan multimethod. multimethod yang dipengaruhi oleh dua parameter mempunyai nama khusus yaitu double dispatch. Harap perhatikan bahwa p->somefunc(a,b) itu secara prinsip sama dengan somefunc(p,a,b) dimana p adalah this parameter (walaupun semua kompiler akan mereject kalau anda mengganti fungsi seperti itu).

Dynamic Polymorphism juga dapat dibagi berdasarkan constraint nya menjadi dua: Subtyping Polymorphism dimana polymorphic type harus merupakan turunan dari satu base class yang merupakan sebuah interface yang menentukan sifat mana yang polymorphic. Yang lainnya adalah DuckTyping yang tidak memerlukan base class yang berfungsi sebagai interface. Dalam DuckTyping sebuah object dapat menerima message apa saja, walau jika object tersebut tak dapat merespond message tersebut objeck yang bersangkutan akan mengeluarkan error seperti DoesNotUnderstand message di SmallTalk. Untuk subtype polymorphism, hal ini tidak mungkin karena sebuah object hanya akan menghandle message yang didefinisikan di base class, dan kompiler akan mereject message lain.

Kembali ke bahasan kita, C++ mendukung Subtyping single dispatch dynamic Polymorphism. Jadi untuk dynamic polymorphism, semua tipe yang ingin digunakan secara polymorphic harus diturunkan dari satu base class. C++ juga mengharuskan semua fungsi yang bisa dipanggil secara polymorphic harus dideklarasikan virtual. Dan pemilihan fungsi yang diperlukan hanya ditentukan oleh satu parameter (this parameter) melalui mekanisme vtable.

So, what’s the big deal ?

Masalahnya adalah untuk semua bahasa yang menggunakan subtype polymorphism, semua object harus bisa di akses melalui base class nya. Jadi kode berikut harus valid:

code:

Parent p = create_child(); // asumsi nya create child menghasilkan
// object child;

Hal ini menimbulkan pertanyaan : Bagaimana caranya membuat kode di atas valid ?
Dalam bahasa pemrograman tradisional, ketika anda mendeklarasikan sebuah variabel, anda menciptakan instance dari sebuah tipe, kecuali jika dideklarasikan khusus. Di C

Code:

Sometype somevar;

artinya anda menciptakan sebuah objek somevar bertipe Sometype.

code:

Sometype somevar2 = somevar;

artinya anda mengkopi nilai somevar ke somevar2

code:

somevar2 == somevar; // OK, ini tidak didefinisikan di C untuk User Defined Type,
// but you got the idea

artinya anda membandingkan nilai somevar dengan nilai somevar2. Mari kita sebut ini value semantic, dimana sebuah variabel mengandung isi instance dari tipe tertentu.
Lalu perhatikan kode berikut :

Code:

Child child;
Parent parent = child;

See the problem ? Masalahnya adalah anda mencoba mengkopi nilai child ke variabel parent, tapi apa artinya operasi kopi tersebut ? jika berarti mengopi nilai byte by byte, implikasinya adalah ukuran parent dan child harus sama. Akan tetapi hal ini sulit atau tidak mungkin dipenuhi. Bila parent adalah pure interface, parent hampir tidak memiliki data member, tapi child akan memiliki data member untuk mendukung operasi – operasi method-nya.

Bagaimana cara mengatasinya ? salah satu cara yang populer adalah dengan tidak menggunakan value semantic. Di bahasa seperti Java, setiap variable adalah reference ke sebuah instance. Artinya:
1. Ketika anda mendeklarasikan sebuah variabel, anda tidak menginstansiasi sebuah object. object harus di instansiasi secara terpisah, biasanya lewat operator new.
2. Ketika anda mengkopi dua buah variabel, anda tidak mengkopi instance byte by byte, tapi hanya membuat dua reference mengacu pada object yang sama. Jika ingin menghasilkan kopi dari instance, biasanya anda menggunakan method seperti clone.
3. Ketika anda membandingkan dua buah variabel, anda hanya mengetahui apakah dua variabel tersebut merujuk pada objek yang sama atau tidak. jika anda ingin membandingkan nilainya, anda harus menggunakan method seperti equal.
let’s call this reference semantic.

Masalahnya C++ karena berbagai alasan (salah satunya kompatibilitas dengan C) tidak mungkin mengadopsi reference semantic dan harus tetap menggunakan value semantic. Akan tetapi reference semantic sepertinya diperlukan untuk subtype polymorphism. so, what to do ? Ternyata Pointer adalah object yang dapat dipakai untuk mengemulasi reference semantic tanpa harus mengubah bahasa menggunakan reference semantic.
Dengan demikian dynamic polymorphism di C++ harus menggunakan pointer (atau reference, yang sebenarnya adalah pointer dengan sedikit perubahan sifat).

Bahaya Pointer

1. Bahaya yang mungkin ada dengan pointer sebagai moniker: memory leak, double delete, invalid memory access. Semuanya dapat dihindari dengan ownership analysis yang bagus (pada setiap saat, harus diketahui pihak mana yang bertanggung jawab mendelete sebuah object). Jika hal ini sulit dilakukan, misalnya karena shared ownership, anda dapat menggunakan smart pointer atau garbage collector.
2. Bahaya yang mungkin ada dengan pointer sebagai iterator: array out of bound. Salah satu cara yang efektif menghindari hal ini adalah dengan menggunakan standard algorithm.
3. Bahaya yang mungkin ada dengan pointer sebagai abstraksi fixed memory : Tidak tahu, tetapi ini bukan mainan sembarang programmer.

Bahasa Pemrograman tanpa pointer ?

1. Semua Bahasa pemrograman Fungsional, terutama yang murni , tidak mengenal pointer atau memerlukan pointer. Akan tetapi bahasa ini menggunakan model komputasi yang jauh berbeda, bukan abstract C machine.

2. Beberapa bahasa pemrograman dengan reference semantik dapat mengklaim mereka tidak memiliki pointer, akan tetapi setiap variabel sebenarnya adalah pointer. Secara fisik mungkin reference tidak memiliki struktur seperti pointer (biasanya merupakan data struktur yang lebih kompleks sehingga lebih friendly terhadap garbage collector) tapi reference tersebut memiliki fungsi yang mirip dengan pointer di C atau C++. Ada yang bilang bahwa reference dalam bahasa – bahasa ini menyebabkan optimasi lebih mudah karena tidak menyebabkan aliasing, tetapi optimasi tersebut juga mungkin dilakukan di C dan C++ ( dengan restrict pointer, sayangnya belum merupakan bagian dari standard C++).

Sumber: dari berbagai sumber

Oke semoga bermanfaat bagi kita semua

Mengatasi Windows Error (Generic Host Process Win32)

Pada Saat kita sedang surfing internet dan tiba-tiba kita di kejutkan sebuah pesan error yang berbunyi “Generic Host Process for Win32 Services has encountered a problem and needs to close. We are sorry for the inconvenience.”

win32error

wah pasti capek sekali nih harus merestart terus…….. sebenar nya ada P3K dala hal ini yaitu

pertama tama kita harus membackup sistem registri kita ini dikarenakan jika ada kesalahan bisa kita balikan kembali, oke tanpa membuang waktu lagi mari kita mulai

[BACKUP REGISTRY DULU]

Menutup Port 445:

1. Start Registry Editor (Regedit.exe) dengan meng-klik Start menu, kemudian klik Run.

2. Pada kotak kecil yang terbuka, ketik: regedit kemudian klik OK. Registry Editor sekarang terbuka.

3. Carilah registry berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\NetBT\Parameters

Di bagian kanan window carilah opsi yg bernama TransportBindName.

Dobel klik angka tersebut, kemudian delete default value, sehingga menjadi kosong (blank value).

Menutup Port 135:

1. Kemudian Anda harus mencari kunci berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\OLE

2. Anda akan melihat sebuah String Value yang bernama: EnableDCOM

Set-lah value ke: N (biasanya tertulis Y)

3. Tutuplah Registry Editor. Restart-lah komputer Anda.

Perhatian: Sebelum melakukan perubahan pada registry tersebut, sebaiknya dibackup terlebih dahulu, karena ada dampak dari perubahan registry tersebut, seperti koneksi LAN tidak tersambung, tidak bisa printer sering,dlsb.

Nilai Tugas

=======================================
Tugas IV (31 Maret 2009 – 4 April 2009)
=======================================
1.Nurul Akhmaliyah                     Very Good
2.Yassin Rahmat Fadilla             Very Good
3.M.SAID ALKHUDRI                  Good
4.RIMA LESTARI                           Good
5.Eko                                                    Good
6.Nidia                                                 Good
7.Andika diapari                             Good
8.M. Arief Abdi Hasibuan            Good
9.Irfan Antoni Siregar                   Good
10.Seriching Emerlin                     Good
11.Ahmad Royhan Putra S          Good
12.Bilqis                                              Good
13.Alvi Syukriati Hsb                    Good
14.Nurul                                             Very Good
15.Yassin                                           Very Good
16.renol sahputra                           Good
17.nuzul sakinah lubis                  Good
18.Sohib Rosidi Siregar               Good
19.Deddy P. Sebayang                  Good
20.BIKSON HARA DONALD BARUS     Good
21.HENNI HARYANI LUBIS        Good
22.ahmad ihsan                                Good
23.dira fahrendy s                            Good
24.Nasan Martua                              Poor
25.Andronikus Simarmata           Poor
===========================================
Peserta        : 25 Orang

Very Good    : 4  Orang
Good        : 19 Orang
Poor        : 2  Orang
============================================

Jawaban Nya Adalah :

1.Resto Ilkom

#include<iostream>
#include<string>
#include<iomanip>
#include<conio.h>

using namespace std;

char   kode[3]  = {‘D’,’P’,’S’};
string jenis[3] = {“Dada “,”Paha “,”Sayap”};
long   harga[3] = {2500,2000,1500};
int    n[3], n_jenis, kode_i, i;
char kode_c;
long total;

int main(){
cout<<” Kode      Jenis      Harga  “<<endl;
cout<<“——————————“<<endl;
cout<<” D         Dada       Rp 2500″<<endl;
cout<<” P         Paha       Rp 2000″<<endl;
cout<<” S         Sayap      Rp 1500″<<endl;
cout<<“——————————“<<endl;
cout<<endl;
cout<<“Masukkan Jumlah Jenis   :  “;
cin>>n_jenis;
do{
cout<<“Masukkan kode [D/P/S] : “; cin>>kode_c;
if (kode_c == ‘D’ || kode_c == ‘d’) kode_i = 0;
else if (kode_c == ‘P’ || kode_c == ‘p’) kode_i = 1;
else if (kode_c == ‘S’ || kode_c == ‘s’) kode_i = 2;
else                                     kode_i = 3;
if (kode_i!=3) {
cout<<jenis[kode_i]<<” = “; cin>>n[kode_i];
i++;
} else {
cout<<“Kode tidak terdaftar\n”;
}
cout<<endl;
} while (i<n_jenis);

for ( i = 0 ; i < 3 ; i++ ){
if (n[i]!=0) cout<<jenis[i]<<” @ Rp.”<<harga[i]<<” = Rp. “<<harga[i]*n[i]<<endl;
total += harga[i]*n[i];
}
cout<<“TOTAL           = Rp. “<<total<<endl;
cout<<“Pajak           = Rp. “<<setprecision(12)<<total*0.1<<endl;
cout<<“TOTAL + Pajak   = Rp. “<<setprecision(12)<<total+total*0.1<<endl;

getch();
return 0;
}

2.Perkalian Matrix

#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iomanip.h>

using namespace std;

int main ()
{
int m,n,p,i,j,k;
int data1[10][10],data2[10][10],kali[10][10];

cout<<“Program Perkalian Matriks”<<endl;
cout<<“————————-“<<endl;
cout<<endl;
// Matriks A
cout<<“Matriks Pertama”<<endl;
cout<<“Jumlah Baris : “;
cin>>n;
cout<<“Jumlah Kolom : “;
cin>>m;
// Pemasukan elemen matriks A
for (i=0;i<=n-1;i++)
for (j=0;j<=m-1;j++)
{
cout<<“Nilai Baris “<<i+1
<<“,kolom “<<j+1<<” : “;
cin>>data1[i][j];
}
// Pencetakan elemen matriks A
cout<<“Matriks A”<<endl;
for (i=0;i<=n-1;i++)
{
for (j=0;j<=m-1;j++)
cout<<setw(4)<<data1[i][j];
cout<<“\n”;
cout<<endl;
}
// Matriks B
cout<<“Matriks Kedua”<<endl;
cout<<“Jumlah Baris : “;
cin>>m;
cout<<“Jumlah Kolom : “;
cin>>p;
// Pemasukan elemen matriks B
for (i=0;i<=m-1;i++)
for (j=0;j<=p-1;j++)
{
cout<<“Nilai Baris “<<i+1
<<“,kolom “<<j+1<<” : “;
cin>>data2[i][j];
}
// Pencetakan matriks B
cout<<“Matriks B”<<endl;
for (i=0;i<=p-1;i++)
{
for (j=0;j<=m-1;j++)
cout<<setw(4)<<data2[i][j];
cout<<“\n”;
cout<<endl;
}
for (i=0;i<n;i++)
{
for (j=0;j<p;j++)
{
kali[i][j]=0;
for (k=0;k<m;k++)
{
kali[i][j]=kali[i][j]+(data1[i][k]*data2[k][j]);
}
}
}
cout<<endl;
cout<<“Matriks A x Matriks B”<<endl;
cout<<endl;
for (i=0;i<n;i++)
{
for (j=0;j<p;j++)
{
cout<<setw(4)<<kali[i][j]<<” “;
}
cout<<endl;
cout<<endl;
}
getch ();
}

Mempercepat Koneksi Internet pada OS WIN XP dan VISTA

Kalu kita pengguna sistem operasi berbasis windows ada cara untuk meningkatkan kapasistas bandwit kita, ini dikarenakan secara defalut windows akan membatasi kecepatan internet kita sebanyak 20% .

Oke langkah-langkah nya adalah sebagai berikut:

  1. Klik start, run trus ketik “gpedit.msc” (Tidak pakai tanda petik).
  2. Pada computer configuration – administrative template – klik Network.
  3. Klik Qos packet scheduler – Double Klik pada Limit Reservable Bandwith.
  4. Klik ENABLED reservable bandwith dan ubah settingannya ke 0 (nol)% habis itu Klik Apply dan Klik OK. Restart Komputer anda.

Tapi semua itu juga tergantung dengan kecepatan koneksi anda sendiri. Tips ini bisa mempercepat koneksi anda jika memakai OS Windows XP dan Vista.

ok semoga bermanfaat

TIDAK REGEDITKU HILANG T_T

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa regedit ku, msconfigku, taks managerku hilang bagaimana nih, pusing-pusing……………!!!!!!!!!!!!!! Virus kurang !@#@!#$!#@$!# suka @&*^&@#%^ Argh…!&@%^#%#$!#@$&^!@#
yap itu lah yang saya rasakan pada saat itu serasa dunia ini telah hampa karena terbayang akan memformat data dikomputer, instal komputer lagi data-data yang telah dikumpul selama ini akan hilang karena ganguan si virus sialan itu. wel my frend itu dulu kalau sekarang telah ada cara mengembalikan yang hilang itu (regedit dan kawan2 nya) dengan mengikuti langkah-langkah beikut ini.
1.pertama tama siapkan kompi yang akan di perbaiki cek apakah masih bisa diselamatkan apa engak.
2.siapkan mental yang empunya kompi jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, ya cukup bilang yang sabar ya…sebutkan namanya…yang penting udah usaha.
3.Kemudian buka notepad
4.copy kode dibawah ini:

[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Classes\regfile\shell\edit\command,,,%SystemRoot%\system32\NOTEPAD.EXE %1
HKLM, SOFTWARE\Classes\regfile\shell\open\command,,,regedit.exe “%1”

[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools

5.kemudian save as lah notepad ini dengan nama perbaiki.inf disini kalian boleh mengunakan nama apa saja yang penting ada extension inf nya. simpen nya boleh dimana aja tapi saran saya simpen lah di dekstop aja biar ngak susah nyarik nya lagi
6.Sesudah di save klik kan file tersebut dan pilih lah instal sesudah ini dijalankan maka restart lah windows kalian.
moga-moga ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. INGAT cara ini ngak bisa membunuh virus nya jadi coba lah mengunakan antivirus yang bagus
oke verwel my frend ini aja dulu dari saya

Fauzan Nurahmadi, S,kom, Cl.M.eng